Sami Abu Zuhri, juru bicara untuk Hamas menegaskan bahwa mereka bahwa mereka hanya mau membeli bahan bakar minyak dari Mesir, bukan Israel, untuk satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza, seperti dilansir Kompas (25/32012 12:34 WIB).
"Hamas berkomitmen mendatangkan bahan bakar minyak dari Mesir," katanya
Pada Jumat, pembangkit listrik itu mendapat pasokan BBM sebanyak 450.000 dari Israel. Dengan pasokan itu, kata Otoritas Nasional Palestina (PNA) di Tepi Barat, pembangkit listrik tersebut akan kembali beroperasi kurang dari sepekan.
Abu Zuhri menuduh PNA "menghindari tanggung jawabnya untuk membayar biaya BBM."
Menurut Abu Zuhri, Hamas ingin membeli solar yang lebih murah, yakni yang dikirim lewat terowongan yang dibangun di bawah perbatasan Mesir-Gaza. Sebab, solar dari Israel lebih mahal sementara PNA menuntut Hamas yang membayar untuk pembelian solar itu.
Namun kelangkaan BBM di Sinai Utara (Mesir) dan pembatasan oleh pemerintah Mesir menyulitkan para penyelundup membeli BBM bersubsidi dan menjualnya ke Hamas.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.