Keluarga TKI asal Garut Dede Khodijah (36) yang meninggal di Arab Saudi meminta pemerintah transparan mengungkap kematiannya. Pasalnya keluarga curiga kematian Dede bukan karena bunuh diri, seperti dilansir sindonews (2/42012 15:55 WIB)
" Kami meminta pemerintah untuk dapat memberikan kami hasil otopsi, kami hanya ingin tau kebenarannya apa benar korban meninggal karena minum racun seperti berita yang kami terima 27 juli 2011," lalu kata Aat Safaat, keluarga Dede.
Dede meragukan sepupunya ini nekat meminum racun setelah 3 bulan berangkat dari Indonesia. Apalagi sejak bekerja ke Arab Saudi, keluarga Dede di Garut tak pernah mendapatkan kabar baik telepon ataupun surat dari Dede.
" Tak mungkin baru kerja tiga bulan dia nekat melakukan bunuh diri, pasti ada sesuatu hal yang belum diungkap. Maka kami minta pemerintah mengusut tuntas kematian Dede," tegasnya.
Berdasarkan keterangan yang didapat, keluarga korban baru mengetahui kematian Dede pada 28 Juni 2011 karena sakit berdasarkan akte kematian yang dikeluarkan oleh RS Damad Al-Am yang diterjemahkan KJRI Jeddah.
Akan tetapi keluarga kembali mendapatkan keterangan berbeda berdasarkan surat Direktorat perlindungan WNI dan BHI Kementrian luar negeri tanggal 20 Oktober 2011. Dalam surat itu diberitahukan bahwa Dede Khodijah meninggal dunia pada tanggal 31 Mei 2011 dirumah sakit umum Damad, Sobiya Gizan karena meminum bahan kimia fosforik organik.
Kesempang siuran berita yang diterima membuat keluarga curiga kematian Dede Khodijah yang baru tiga bulan bekerja ini tidaklah normal.
Akan tetepi keluarga Dede berterima kasih walaupun setelah 10 bulan jenazah Dede baru dapat dipulangkan untuk dimakamkan dikampung halamannya di Garut.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.