Beberapa pekan lalu terbongkar kabar seperti yang dikutip dari kantor berita Paris yang bersumber dari intelejen Eropa melaporkan bahwa "di Qatar, Saudi Arabia & Turki mendirikan kamp-kamp militer lebih dari setahun sebagai markas pelatihan yang mereka sebut dengan Murtazaqah (tentara Bayaran, mereka rekrut dari pelbagai Negara Negara Arab & Afrika Untuk dikirim Ke Suriah).
Menurut kantor berita tersebut, tentara bayaran itu direkrut dari berbagai warganegara dan bangsa seperti Yaman, Somalia, Pakistan, Afghanistan & Euthopia. mereka menerima pelatihan militer yang ditangani langsung oleh pelatih-pelatih profesional dari Amerika, Israel Dan Turki. Mereka juga menerima Bayaran sangat tinggi dibandingkan dengan rencana pelaksaan agresi militernya.
Menurut pengungkapan dari markas Intelejen Eropa : “disana (Qatar, Turki dan Saudi Arabia) terdapat markas-markas yang disiapkan untuk mentransfer senjata ke bagian dalam Suriah dan diawasi langsung oleh anggota perusahaan "Black Water” yang saat ini kepengurusan kantornya berhijrah ke Abu Dhabi dan berlindung di bawah Swaka Politik Dubai. Seperti yang dilaporkan oleh Al-Manar.
Dalam laporan tersebut menjelaskan bahwa senjata yang digunakan seperti RPG dan senjata berat lainnya tertera Made In Amerika dan Israel. Dan senjata-senjata tersebut dipasok langsung oleh Dhoha (Qatar) & Riyadh (Saudi Arabia) untuk kepentingan politik kedua Negara tersebut sebagai pengalihan gejolak Demontrasi di kawasan.
Rencana-rencana tersebut disiapkan oleh Amerika untuk Suriah dalam fase Kedua penyerangan oleh teroris-teroris bayaran ke lembaga pemerintahan Suriah.
Di markas-markas dan dan kamp-kamp pelatihan tentara Bayaran ini yang didirikan di kawasan Turki menunjukkan adanya apa yang disebut “pasukan Kemerdekaan Suriah” yang berserakan dan dikoordinir di sekitar perbatasan Turkey. Pemerintah Turkey menyalakan Lampu hijau penyulundupan senjata-senjata ke Suriah untuk memperkuat pasukan oposisi pemerintahan Suriah di kawasan sekitar perbatasan
Abdol Qader Almehdhar. Almanar.com
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.