Login

Swedia Bantu Saudi Bangun Pabrik Senjata

 
kaskus

Swedia secara diam-diam membantu rencana Arab Saudi bagi pembangunan satu pabrik senjata untuk memproduksi rudal-rudal antitank, kata Radio Swedia, Selasa, seperti dilansir Antara (6/3/2012 23:21 WIB)

Badan Riset Pertahanan Swedia (FOI) membantu Arab Saudi sejak tahun 2007, kendatipun pembangunan "Proyek Simoom" belum dimulai, kata radio itu mengutip ratusan dokumen rahasia dan wawancara dengan para pejabat penting yang terlibat dalam rencana itu.

Swedia pada masa lalu menjual senjata-senjata kepada Arab Saudi, tetapi dokumen-dokomen rahasia pemerintah menyatakan Proyek Simoom "membuat lokasi pabrik itu terlarang dan kemungkinan berada dibawah wewenang Suriah," kata radio itu.

"Fakta bahwa satu wewenang seperti yang dimiliki FOI yang terlibat dalan perencanaan satu pabrik senjata bagi satu pemerintah dalam satu negara seperti Arab Saudi adalah sesuatu yang sangat unik," kata radio itu.

Direktur jenderal FOI Jan-Olof Lind mebantah eksistensi proyek itu.

"Kami tidak memiliki satu perjanjian proyek dengan negara itu," katanya kepada radio itu.

Menjawab pertanyaan apakah ada satu Proyek Simoom dengan Arab Saudi, Lind mengatakan: "Tidak.Dan saya tidak ingin berkomentar mengenai diskusi-diskusi yang mungkin kami atau tidak lakukan antara Swedia dan Arab Saudi. Diskusi-diskusi ini rahasia."

Tetapi beberapa karyawan FOI mengonfirmasikan kepada radio itu tentang adanya proyek itu, termasuk Dick Straeng yang memimpin proyek itu sampai tahun 2010 dan adalah salah seorang dari kolega-kolega terdekat Lind.

Ia mengatakan pemerintah Swedia mengetahui rencana-rencana itu.

"Ini adalah satu dokumen yang ditandatangani direktur jendral itu dan dikirm ke kementerian itu," kataya mengacu pada dokumen-dokumen yang disiarkan radio itu.

Kementerian pertahanan menolak memberi komentar mengenai laporan radio itu karena sifatnya rahasia menyangkut proyek itu.

"Saya tidak bisa memberi komentar mengenai kerja sama itu," kata Menteri Luar Negeri Haakan Jevrell kepada radio itu.

Radio itu mengatakan bahwa untuk menghindari hubungan langsung dengan FOI dan pemerintah, FOI mendirikan satu perusahaan yang akan menangani urusan itu dengan Arab Saudi.

"FOI menurut kementerian pertahanan sejauh ini tidak bekerja sama dengan perusahaan yang disebutkan radio itu," kata Menteri Pertahanan Sten Tolgfors di blog nya.

"Tidak ada keputusan pemerintah memberikan mandat kepada FOI untuk membangun satu pabrik senjata," tambahnya.

Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt hanya memberikan komentar singkat.

"Pemerintah betanggung jawab untuk menjamin bahwa perundang-undangan dan peraturan tetap berlaku dan ditaati, dan saya kira pihak berwenang harus menghormati undang-undang itu," katanya kepada kantor berita TT, demikian AFP.

Section : Politik
Category : Ragam Politik
Author : Administrator
Publish : 2012-03-08
View : 150 kali
Berita terkait

Kirim Komentar Anda

Nama

Komentar
Kirim Komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

Fan Page
Twitter
Video