Login

DK PBB Godok Resolusi Baru untuk Suriah

 
reuters

Dewan Keamanan (DK) PBB tengah menggodok resolusi baru soal Suriah, kali ini bertujuan membuka akses bagi bantuan kemanusiaan ke berbagai wilayah konflik di negara tersebut. Resolusi ini sebenarnya memiliki maksud yang sama dengan resolusi sebelumnya, namun diubah fokusnya agar mendapat persetujuan China dan Rusia, seperti dilansir vivaNews (29/2/2012 16:52 WIB)

Resolusi ini tengah dirancang oleh para diplomat Amerika Serikat dan Prancis di PBB. Resolusi ini belum masuk ke tataran seluruh anggota DK PBB, namun telah dibicarakan oleh negara-negara Barat.

BBC menuliskan, resolusi kali ini untuk membuat Rusia dan China berat menerapkan veto mereka. Sebelumnya, resolusi DK PBB dimentahkan dua negara ini karena khawatir campur tangan asing di permasalahan domestik Suriah.

Dalam resolusi sebelumnya, dikatakan bahwa PBB menuntut dihentikannya kekerasan dan mundurnya Presiden Bashar al-Assad. Resolusi kali ini sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya kemasannya saja yang lain. Ini diharapkan dapat membuat Rusia dan China menyetujuinya.

"Resolusi ini akan dipusatkan pada akses bantuan kemanusiaan ke beberapa kota di Suriah, tapi sekaligus menegaskan bahwa pemerintahlah yang menyebabkan terjadinya krisis di negara itu," kata salah seorang diplomat Perancis yang tidak disebutkan namanya.

China sudah menunjukkan respon positifnya dalam mendukung rencana resolusi baru tersebut. Menteri Luar Negeri China, Yang Jiechi, mengatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Liga Arab untuk menyelesaikan konflik di Suriah.

"Komunitas internasional harus menciptakan kondisi yang aman untuk pemberian bantuan ke Suriah," kata Yang, dilansir dari Xinhua.

PBB mencatat, korban tewas warga sipil di Suriah telah mencapai 7.500 orang, sejak demonstrasi menentang Assad dimulai Maret lalu. Pasukan pemerintah terus menggempur kota yang mereka yakini sarang pemberontak.

Sedikitnya 100 orang terbunuh dalam dua hari di kota Homs. Di salah satu distrik kota ini, Baba Amr, masyarakat terjepit, kekurangan makanan, air dan obat-obatan. 

Section : Politik
Category : Ragam Politik
Author : Administrator
Publish : 2012-03-01
View : 77 kali
Berita terkait

Kirim Komentar Anda

Nama

Komentar
Kirim Komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

Fan Page
Twitter
Video