Bashar Asad, Presiden Suriah, mengesahkan hasil referendum tentang perubahan konstitusi negara tersebut. Demikian dilaporkan oleh Muhammad Ghalib, divisi Lebanon www.timur-tengah.com, dengan melansir dari surat kabar al-Manar.
Seperti diketahui, untuk mengakomodir aspirasi kalangan oposisi, Bashar menyelenggarakan referendum konstitusi Suriah.Pada 27 Februari 2012, hasil referendum konstitusi yang baru disahkan oleh Bashar.
Menteri Dalam Negeri Suriah,Mayor Jenderal Mohammad Ibrahim al-Shaar,dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa 89,4 persenpemberi suara dalam referendum tersebut menyetujui konstitusi baru. Sedangkan 9 persen suara tidak menyetujui dan 1,6 persen suara tidak sah. Menurut al-Shaar,8,3 juta rakyat Suriah memberikan suaranya dalam referendum tersebut. Jumlah ini 57,4 persenrakyat Suriah yang memiliki hak suara.
Menurut al-Shaar, persentase pemilih tersebut sudah sangat besar, mengingat kondisi dalam negeri Suriah yang berada dalam tekanan dunia Internasional.al-Shaar memuji motivasi dan semangat para pemilih dan mengapresiasinya sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan negara mereka.
Penyelenggaran referendum ini diharapkan bisa menjadi langkah efektif untuk mencari penyelesaian atas konflik politik yang terjadi di Suriah. Kelompok oposisi diharapkan bisa menerima hasil referendum ini dan menjadikannya sebagai momentum untuk menjalin komunikasi politik dengan Bashar. --Muhammad Ghalib, Divisi Lebanon
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.