Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ifdhal Kasim, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (10/2/2012), mengatakan, salah satu negara yang kerap dijadikan tempat transit para pengungsi dan pencari suaka ke Australia adalah Indonesia. Migrasi massal ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di negara-negara Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Barat, dan Asia Selatan, seperti dilansir inilah (10/2/2012 14:05 WIB )
Kemakmuran Australia menjadi alasan pengungsi dan pencari suaka ke negara Kanguru tersebut. Ini karena secara geografis Indonesia berada di persilangan antara negara-negara asal pengungsi dan Australia. "Indonesia menjadi tempat transit, faktor inilah yang menjadikan Indonesia selalu kebanjiran pengungsi dan pencari suaka," ujarnya.
Berdasarkan catatan PBB yang menangani masalah pengungsi, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Indonesia, pada Juni 2009 tercatat sebanyak 1.928 pengungsi dan pencari suaka yang masuk ke Indonesia. Jumlah tersebut rinciannya 441 orang merupakan pengungsi, 1.487 orang merupakan pencari suaka.
Angka itu terus mengalami peningkatan setiap tahun. Bahkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM), pada Januari - Juli 2010 tercatat imigran yang masuk ke Indonesia ada 3.434 orang. Sebanyak 9843 orang di antaranya pengungsi, 2.591 orang mencari suaka.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.