Abdrabuh Mansur Hadi, Wakil Presiden Yaman yang merupakan satu-satunya calon dalam pemilihan presiden pada Selasa besok, berkomitmen "menghancurkan" Al Qaeda, kata Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS John Brennan, Ahad (19/2) kemarin, di Sanaa, seperti dilansir Mertotvnews (20/2/2012 04:45 WIB)
Brennan, yang bertemu Sabtu di Sanaa dengan Hadi, mengatakan, ia "sangat tergerak oleh komentar (Hadi)" mengenai Al Qaeda.
"Ia juga berkomitmen menghancurkan Al Qaeda dan saya mempertimbangkannya sebagai seorang mitra yang kuat dan baik," kata Brennan kepada wartawan.
Sementara itu, kantor berita resmi Saba mengutip Hadi yang mengatakan, "Organisasi teroris Al Qaeda harus diperangi dan keberadaannya di Semenanjung Arab harus diakhiri." "Ini memerlukan kerja sama internasional yang berarti," kata Hadi.
Pernyataan Hadi itu disampaikan setelah pertemuan dengan Baron Emma Nicholson, anggota Majelis Tinggi Inggris, yang mengunjungi Sanaa menjelang pemilihan presiden pada Selasa (21/2), kata Saba.
Dalam pemilihan presiden seperti referendum, rakyat Yaman akan memberikan suara untuk Hadi, satu-satunya calon yang akan menggantikan Presiden Ali Abdullah Saleh.
Yaman dilanda pergolakan yang menewaskan ratusan orang sejak demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh pada akhir Januari 2011.
Saleh (69), yang memerintah Yaman selama 33 tahun, menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan yang ditengahi oleh negara-negara Teluk di Riyadh pada 23 November, yang menetapkan ia menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya meski ia tetap menjadi presiden kehormatan sampai Februari 2012.
Sejak protes anti-pemerintah meletus di Yaman pada akhir Januari 2011, militan memanfaatkan melemahnya kekuasaan pusat dengan membangun pangkalan di sejumlah provinsi selatan.
Para pejabat keamanan Yaman mengatakan bahwa militan itu adalah Al Qaeda, namun oposisi politik menuduh pemerintah Saleh mengada-ada tentang ancaman jihad dengan tujuan menangkal tekanan Barat terhadap kekuasaannya yang telah berlangsung 33 tahun.
"Ada sejumlah individu di Yaman yang memanfaatkan keberadaan Al Qaeda demi kepentingan mereka sendiri," kata Brennan.
Ketika ditanya mengenai peranan AS dalam memerangi Al Qaeda di Yaman, Brennan mengatakan, "Kami memberikan saran, bantuan dan peralatan kepada satuan-satuan Yaman yang memerangi Al Qaeda." New York Times melaporkan pada Juni, AS meningkatkan serangan terhadap militan dengan jet tempur dan pesawat bersenjata tanpa awak di Yaman.
Pemerintah Yaman berulang kali membantah keterlibatan langsung AS dalam perang melawan Al Qaeda Yaman dan bersikeras bahwa mereka hanya memberikan bantuan logistik.
Washington telah memperingatkan bahwa jatuhnya Saleh selaku sekutu utama AS dalam perang melawan Al Qaeda akan menimbulkan "ancaman nyata" bagi AS.
Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.
Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.
Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).
Negara-negara Barat dan Arab Saudi, tetangga Yaman, khawatir negara itu akan gagal dan Al Qaeda memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat cengkeraman mereka di negara Arab miskin itu dan mengubahnya menjadi tempat peluncuran untuk serangan-serangan lebih lanjut.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.