Ahmad Abdul Hadi, eksportir buah dari Sumber Buah Sae asal Cirebon, Jawa Barat mengungkapkan, salah satu kawasan tujuan ekspor mangga asal Cirebon itu adalah Timur Tengah. "Ekspor ke pasar buah Timur Tengah mencapai 30% dari total ekspor buah mangga," terangnya seperti dilansir KONTAN (6/2/2012 15:26 WIB).
Tentu peluanga ekspor ke Timur Tengah ini semakin menjanjikan. Sebagai gambaran, Sumber Buah Sae sudah mengekspor buah mangga sejak 2009, khususnya ke berbagai negara di Timur Tengah.
Pembeli potensial buah mangga di pasar Timur Tengah itu datang dari warga Indonesia yang bermukim disana. Namun begitu, Hadi bilang, buah tropis jenis mangga juga banyak digemari warga Timur Tengah.
Ada beberapa jenis mangga yang menjadi andalan ekspor Sumber Buah Sae, diantaranya adalah, mangga gedong, mangga gedong ginju dan mangga harum manis. Negara tujuan ekspor ke Timur Tengah itu mulai dari Arab Saudi, hingga Kuwait dan Bahrain. Selain itu, Sumber Buah Sae juga mengekspor mangga ke Singapura Hongkong.
Potensialnya pasar Timur Tengah ini juga di utarakan oleh Ketua Asosiasi Eksportir Buah dan Sayuran Indonesia (AESBI) Hasan Wijaya. Dari total ekspor buah asal Indonesia, pasar Timur Tengah mencatat ekspor 30%. "Buah asal Indonesia digemari disana," terang Hassan.
Sentra penghasil buah mangga ini menurut Hassan berada di daerah pantura seperti Indramayu, Cirebon dan Majalengka. Hassan bilang, harga rata-rata pembelian mangga kualitas ekspor dari petani bisa mencapai US$ 2 per kilogram (Kg) sampai US$ 2,5 per kg. Sayangnya, Hasan menolak membeberkan harga mangga di pasar ekspor tersebut. Al-Arab (Arvand Rud dalam bahasa Persia) di Irak kembali dibuka untuk kegiatan komersial, Selasa (7/2/2012), setelah tertutup selama lebih dari 30 tahun, seperti dilansir kompas (8/2/2012 00:00 WIB)
Pada tahap awal, kegiatan komersial di jalur sungai yang bermuara di Teluk Persia itu adalah lalu lintas angkutan alat berat untuk mendukung operasi ladang minyak Majnoon milik Irak.
Sungai sepanjang 200 kilometer yang terbentuk dari gabungan dua sungai utama Irak, Eufrat, dan Tigris, berbatasan langsung dengan wilayah Iran, dan menjadi pangkal pemicu Perang Irak-Iran pada 1980-1988. Jalur pelayaran satu-satunya yang menghubungkan wilayah Irak dengan Teluk Persia itu ditutup untuk kegiatan perdagangan sejak perang tersebut berkecamuk.
"Shatt Al-Arab lahir kembali setelah ditutup selama 31 tahun. Ada pelabuhan-pelabuhan lain di Shatt Al-Arab, tetapi secara komersial, ini adalah kali pertama Irak berhasil membuat Shatt Al-Arab menjadi jalur pelayaran yang akan membantu angkutan peralatan berat," tutur Mehdi Badah Hussein, ketua komite bersama pengembangan ladang minyak Majnoon, yang terletak tak jauh dari sungai tersebut.
Konsorsium raksasa perusahaan minyak Shell dan Petronas dari Malaysia menandatangani kontrak dengan Pemerintah Irak pada Januari 2010 untuk mengoperasikan lapangan minyak raksasa di Majnoon. Konsorsium tersebut meresmikan pelabuhan utama di Shatt Al-Arab, Selasa, yang akan menjadi pintu masuk berbagai peralatan berat untuk keperluan pengeboran minyak di ladang minyak Majnoon.
"Ini sangat penting. Saya berharap kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan ini di masa depan akan membawa berbagai barang dagangan," tutur Ole Myklestad, General Manager Shell Majnoon.
Minyak hasil eksploitasi ladang minyak itu tidak akan diekspor melalui pelabuhan di Shatt Al-Arab, tetapi akan dikirim menggunakan jalur pipa minyak. Namun, diharapkan, pelabuhan ini akan bermanfaat bagi pengembangan perekonomian di Irak.
Pelabuhan tersebut terletak 80 kilometer ke arah hulu dari muara Shatt Al-Arab. Kapal-kapal akan diharuskan membayar bea masuk di Umm Qasr yang terletak di sebelah selatan jalur pelayaran itu sebelum masuk ke pelabuhan.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.