Kafe tematik, selain menawarkan menu yang sesuai dengan benang merah tema yang diangkat, biasanya juga memiliki interior yang unik. Apalagi jika ditunjang dengan sentuhan arsitektur yang memperkuat tema kafe tersebut, pengunjung akan semakin betah.
Seperti pada bangunan Qahwa Kafe, Tampak depan bangunan ini sudah kental dengan nuansa ketimuran. Lukisan-lukisan-lukisan geometrik baik di dinding maupun di pilar yang menyerupai bentuk kubah masjid ini. Perpaduan warna hijau muda dan oranye yang segar seolah menarik mata untuk segera masuk ke dalam bangunan tersebut, seperti dilansir detikBandung (25/01/2012 09:14 WIB)
Masuk ke dalam, sekeliling ruangan depan seolah menceritakan tentang suasana di Gurun sahara melalui lukisan. Lukisan di dinding tersebut menggambarkan suasana padang pasir di Timur Tengah dengan rombongan unta yang sedang berjalan saat matahari terbenam.
Middle East Concept, itulah yang memang ingin ditawarkan Qahwa Cafe yang ada di Jalan Progo ini. Tak tanggung, seluruh bangunan memiliki cerita tentang Timur Tengah dengan detail, dimulai dari bangunan bagian depan hingga bagian dalam.
Menurut Maulana pemilik Qahwa Cafe, bagian depan bangunan menonjolkan keindahan arsitektur Maroko. Hal itu terlihat dari pola geometri religius motif floral yang khas. Sedangkan di bagian dalam lebih menonjolkan keeksotisan padang pasir, lukisan Turki dan permainan pilar Andalusia.
Gaya Timur Tengah juga sering menabrak-nabrakkan motif dan warna, sehingga bangunan terkesan ramai. Hal itu juga tersaji di bagian dalam bangunan Qahwa Cafe. Kain polos berwarna-warni pun menjuntai hampir di setiap penjuru ruangan. Arsitektur khas Timur Tengah pun diperkuat dengan penambahan lampu-lambu bergaya Maroko.
"Kita memang ingin menyuguhkan konsep yang berbeda. Jadi orang yang datang ke sini tidak hanya makan atau nongkrong saja," jelas Maulana kepada detikbandung.
Melihat sekeliling ruangan, dinding Qahwa Cafe dipenuhi art wall painting khas Timur Tengah. Selain gambar bunga kristal, di beberapa bagian terdapat lukisan gambar perempuan bercadar. Lukisan tersebut, kata Maulana adalah karya seorang seniman asal Jogja yang tinggal di Bandung.
"Di setiap tempat makan di Timur Tengah sana, selalu ada gambar perempuan ini," terang Maulana.
Satu lagi yang membuat unik, adalah lampu-lampu Maroko yang menambah dekorasi ruangan semakin eksotis. Ingin merasakan suasana Timur-Tengah yang benar-benar kental. Coba saja datang ke Qahwa di malam hari. Suasana romantis khas Timur Tengah pun akan menyambut Anda.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.