Manal al-Sherif, seorang konsultan keamanan komputer berusia 23 tahun yang menentang larangan mengemudi bagi perempuan di kerajaan Arab Saudi tewas dan temannya terluka ketika mobil mereka terbalik, seperti dilansir Kompas (25/1/2012 15:07 WIB).
Ihwal kematianya dibenarkna oleh seorang juru bicara polisi mengatakan, perempuan itu tewas seketika sementara temannya harus dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat karena menderita sejumlah luka. Mereka berada dalam sebuah kendaraan roda empat ketika kecelakaan itu terjadi di Provinsi Hael yang terletak di utara negara itu pada Sabtu (21/1/2012) malam.
"Seorang perempuan tewas seketika dan temannya yang mengendarai mobil itu dirawat di rumah sakit setelah ia menderita sejumlah luka," kata juru bicara polisi, Abdulaziz al-Zunaidi, kepada AFP.
Arab Saudi yang ultra-konservatif merupakan satu-satunya negara di dunia yang tidak menginzinkan perempuan mengemudi mobil. Larangan mengemudi hanya salah satu dari sejumlah pembatasan yang dikenakan pada perempuan di kerajaan itu. Kaum perempuan Saudi juga wajib bercadar di depan umum dan tidak boleh melakukan perjalanan kecuali disertai suami atau saudara laki-laki dekat.
Namun, mereka bisa berada di belakang kemudi saat di berada daerah gurun yang jauh dari ibukota. Kantor berita AFP memberitakan, ada sejumlah insiden yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir tentang perempuan yang tewas dalam kecelakaan saat mengemudi meskipun ada larangan itu. Pada November 2010, seorang perempuan Saudi yang menentang larangan mengemudi tewas bersama tiga dari 10 penumpang perempuannya ketika mobilnya terbalik.
Sekelompok aktivis perempuan Saudi telah melancarkan kampanye di internet tahun lalu yang mendesak perempuan Saudi menentang larangan mengemudi. Ikon kampanye itu, Manal al-Sherif, seorang konsultan keamanan komputer berusia 32 tahun, ditangkap pada 22 Mei dan ditahan selama 10 hari setelah ia mem-posting di YouTube video dirinya sedang mengendarai mobil di sekitar kota Khobar di timur negara itu.
Al-Sherif dan sekelompok perempuan lain membuat akun di Facebook dengan ajakan 'Ajarilah saya cara mengemudi sehingga saya bisa melindungi diri sendiri.' Mereka mendesak pemerintah untuk mencabut larangan mengemudi.
Lima perempuan Saudi ditangkap saat mengemudi pada akhir Juni tahun lalu di Jeddah. Pada September, seorang perempuan Jeddah bernama Shayma Jastaniah dinyatakan bersalah karena mengemudi di jalanan. Dia dijatuhi hukuman cambuk 10 kali karena pelanggaran itu meski ia mengantongi surat ijin mengemudi internasional.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.