Meski, China tetap menentang kepemilikan Iran atas senjata nuklir. Namun, melalui Perdana Menteri Wen Jiabao tetap membeli minyak dari Iran. "China memiliki hubungan perdagangan yang normal dengan Iran, tapi tidak akan melakukan tawar menawar terkait prinsipnya. Kami mendukung resolusi PBB terkait dengan masalah nuklir Iran. "Kerja sama perdagangan minyak antara China dengan Iran adalah kegiatan komersial yang normal" kata pemimpin China itu di Qatar, Rabu (18/1/2012) malam, seperti dilansir Kompas (19/1/2012 20:06 WIB)
Wen berkunjung ke Qatar pada perhentian terakhir lawatannya ke Teluk yang juga melibatkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, di tengah kekhawatiran meningkatnya ketegangan program nuklir Iran akan mengganggu pasokan minyak dunia. "Saya percaya bahwa China bukan satu-satunya negara yang membeli minyak dari Iran ... Perdagangan yang sah harus dilindungi untuk menghindari kekacauan ekonomi global," kata Wen menurut sebuah transkrip Kementerian Luar Negeri China.
"China menentang tegas pengembangan dan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran, dan menyeru pembentukan zona bebas nuklir di Timur Tengah," tambahnya.
Komentar Wen itu muncul setelah pihak Barat meningkatkan tekanannya pada Iran menyusul kebuntuan perundingan dengan Iran serta ancaman pihak Barat untuk menjatuhkan sanksi atas ekspor minyak Republik Islam itu, yang memasok 11 persen minyak China.
Iran adalah penyedia terbesar ketiga minyak ke China. Qatar dan UEA meskipun keduanya negara penghasil minyak utama, belum masuk dalam daftar 10 teratas eksportir minyak negara raksasa ekonomi Asia itu.
Pada pemberhentian pertamanya di Arab Saudi, musuh bebuyutan Iran di Teluk, Wen memimpin penandatanganan kesepakatan kerja sama energi dengan penyedia minyak terbesar China itu. Kesepakatan yang sama juga dilakukan di UAE.
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.