Login

Beras Aromatic Rice, dari Garut Menembus Arab Saudi

 
Beras

Pernahkah anda memakan beras yang beraroma buah-buahan? Jika belum, mungkin ada baiknya kalau pergi ke Garut. Orang Garut seperti tak pernah berhenti untuk berkarya dan berinovasi, terutama di bidang retail.

Setelah chocodot atau chocolate dodol, kini di Garut ada beras beraroma (aromatic rice). Pasarnya pun tak hanya di Indonesia, bahkan sampai ke Dubai dan Arab Saudi, seperti dilansir gosipgarut (12/1/2012).

Berawal dari hanya sekadar ingin membuat oleh-oleh khas Garut dan terinspirasi oleh keberhasilan chocodot, Andreas (26), pemilik CV Seribu Satu, mencoba menjadikan beras berbeda dengan beras lainnya. Beras unik, bisa dijadikan oleh-oleh khas Garut, tapi tak mengurangi rasa beras aslinya.

Andreas yang telah lama menekuni bisnis beras bersama keluarganya mencoba mengangkat beras lokal Garut menjadi beras beraroma atau aromatic rice. Dengan teknik tertentu, yakni memberi ekstrak buah-buahan ketika proses penggilingan beras. Dari beberapa kali percobaan, akhirnya pria lajang lulusan Politeknik Bandung ini menghasilkan beras beraroma, yakni aroma jeruk dan jambu.

Tak hanya beras beraroma, Andreas pun membuat terobosan baru dengan membuat nasi liwet instan. Dari hasilnya membuat nasi liwet instan, Andreas membuat tiga varian rasa untuk produknya ini, nasi liwet instan rasa jambal, nasi liwet instan rasa jengkol, dan nasi liwet instan rasa pete.

Setelah launching pada bulan Juli 2010, permintaan akan beras aromatik dan nasi liwet instan buatan Andreas terus meningkat. Jumlah permintaan beras telah mencapai 5 ton per-packaging per bulan. Tak hanya pasar domestik seperti Jakarta dan Bandung, permintaan pun datang dari Dubai dan Arab Saudi.

Harga untuk produk beras aromatik ukuran 1 kg adalah Rp. 22.000, sementara nasi liwet instan dengan ukuran setengah kg dijual dengan harga Rp. 20.000.

Section : Ekonomi
Category : Ragam Ekonomi
Author : Administrator
Publish : 2012-01-13
View : 149 kali
Berita terkait

Kirim Komentar Anda

Nama

Komentar
Kirim Komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Memoo
iya, kalo ga salah di malaysia juga ada nama pulau yang sama ) hmm kalo dari Bontang ke situ sih panlig biaya sewa kapal aja.. antara 300-500rb tergantung besar kapalnya.. kalo rame2 jd lebih murah

rvbnumu
SNe4LS kczkxrjuvica

Fan Page
Twitter
Video