Penampilan Saung Angklung Udjo pada acara puncak dalam rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun ke-66 kemerdekaan Republik Indonesia itu mewarnai resepsi diplomatik KBRI Alger dengan atraksi mengiringi lagu-lagu tradisional Aljazair yang diawali lagu kebangsaan Aljazair, "Qasaman", hingga lagu-lagu populer Aljazair. seperti dilansir Antara (21/10/2011 22:24 WIB)
KBRI Aljazair melaporkan puncak kejutan yang dipersembahkan personil Saung Angklung Udjo pada malam itu ketika memainkan alunan "Ya Rayeh", sebuah lagu rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat Aljazair.
Acara semakin semarak ketika para undangan dibagikan 50 angklung untuk mengajak bermain bersama secara interaktif yang disambut antusias, katanya.
"Acara resepsi diplomatik KBRI Alger ini memberikan insipirasi baru buat saya untuk penyelenggaraan resepsi diplomatik tahun depan", ujar seorang diplomat Ukraina yang membawahi bagian penerangan dan kebudayaan di Kedubes Ukraina.
Selain atraksi Saung Angklung Udjo, juga digelar pertunjukan seni yang dibawakan putri-putri dan istri staf KBRI Alger berupa tarian, antara lain Tari Blantek, Tari Zapin Melayu, Tari Merak dan Tari Jaipongan Aduh Manis.
Menteri Urusan Agama dan Wakaf Aljazair, Bouabdallah Ghlamallah, mewakili Pemerintah Aljazair menghadiri resepsi diplomatik tersebut, di samping para duta besar negara sahabat, komunitas diplomatik dan organisasi internasional, wartawan dan pengusaha serta warga Indonesia di Aljazair. [TTC-01]
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.