Login

Al Baik, Restoran Ayam yang Antri Sebelum Dibuka

 
Al Baik

Most crowded restaurant ever-unbelievable! Itulah judul salah satu video di Youtube, untuk menggambarkan restoran fast food beken dari Arab Saudi, Al Baik. Konsumen yang semuanya lelaki antre panjang dan meneriakkan pesanan-pesanannya. Pelayan sibuk mengisi dan menyerahkan pesanan. Jumlah pelayan dan pembeli sungguh tak imbang. Tak lebih 90-an orang yang membeli tiap hari. Kini pembelinya telah antre sebelum restoran buka, seperti dilansir detikcom (24/10/2011 18:07 WIB).

Al Baik adalah jaringan restoran siap saji yang tersebar di Jeddah (31), Makkah (6) dan Madinah (3). Menu yang ditawarkan antara lain ayam goreng tepung, ayam panggang, ikan fillet, nugget, udang, sandwich, dengan bumbu meresap hingga ke dalam.

Porsinya juga besar. Paket ayam misalnya, adalah satu ekor ayam dibelah empat bagian (tanpa kepala dan kaki), atau delapan potong. Bagi orang Saudi yang rata-rata berbadan bongsor, menu itu pas mengganjal perut. Tapi bagi orang Indonesia, porsi itu bisa dimakan 2-3 orang.

Maklum, satu paket selain berisi 1 ekor ayam, juga terdapat dua tangkup roti dan french fries. Menu ini dilengkapi saus tambahan, namun yang menjadi ciri khasnya adalah saus garlic.

Di kalangan jamaah haji, termasuk dari Indonesia, restoran ini juga cukup terkenal. Bagi yang baru mendengarnya, tak rugi untuk menjajalnya.

"Semua restoran Al Baik selalu ramai. Karena rasanya enak dan harganya murah," kata Haviluddin, warga Madura yang menetap di Makkah.

Murah? Ya, dibanding dengan restoran fast food internasional seperti McD dan KFC yang harus ngos-ngosan bersaing, harga Al Baik lebih murah 30 persen. Satu ayam panggang dibelah empat, 2 roti, kentang goreng, dibanderol 13 riyal (sekitar Rp 32 ribu). Ada lagi paket yang lebih murah seharga 6 riyal, 11 riyal, termahal paket udang 18 riyal.

Restoran low-budget ini didirikan oleh Shakkour Abu Ghazalah di Jeddah pada 1974. Awalnya, restoran yang berkonsep baru pada zamannya itu, kurang penggemar.

Restoran ini menerapkan pembedaan ruang makan untuk lelaki dan perempuan (family room). Antrean panjang selalu menghiasi ruang lelaki, sedang family room lebih sepi.

Bila bermaksud makan di tempat (dine in) jangan mepet dengan waktu salat. Sebab petugas restoran tak sungkan untuk mengusir konsumen bila waktu salat telah menjelang. Maklum, semua tempat bisnis di Saudi harus tutup sementara menjelang azan. [TTC-01]


Section : Ekonomi
Category : Ragam Ekonomi
Author : Administrator
Publish : 2012-01-13
View : 205 kali
Berita terkait

Kirim Komentar Anda

Nama

Komentar
Kirim Komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan TIMUR-TENGAH.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. TIMUR-TENGAH.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

TIMUR-TENGAH.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

LaJuana
interesting closing dates in this alircte but I don’t know if I see all of them center to heart. There is some validity but I'll take hold opinion until I look into it further. Good alircte , thanks and we would like extra! Added to FeedBurner as well

kvcxdbiphne
Nf0KJb omlhnxhcnpfu

Fan Page
Twitter
Video